KORANMEDAN
Home | Panggilan Nurani Antarkan Rizki Jadi Guru Tahfiz Qur’an di Kaki Gunung Sibayak
Laporan Khusus

Panggilan Nurani Antarkan Rizki Jadi Guru Tahfiz Qur’an di Kaki Gunung Sibayak

Panggilan Nurani Antarkan Rizki Jadi Guru Tahfiz Qur’an di Kaki Gunung Sibayak

Rizki Amaliyah (bercadar kanan) diabadikan bersama sejumlah anak Tahfiz Qur’an Lau Gedang.

Catatan: Zul Anwar Ali Marbun

Pilihan Rizki Amaliyah Lubis (22) menjadi Guru Tahfiz Qur’an di dusun terpencil kaki Gunung Sibayak benar-benar diacungi jempol rombongan Ustadz Parlaungan Nasution saat meninjau progres pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Dusun Lau Gedang Desa Suka Makmur Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Ahad 30 Mei 2021.

Betapa tidak, di tengah banyak anak gadis seusianya beraktivitas di perkotaan dengan segala glamour gaya hidup, Rizki Amaliyah memilih menjadi Guru Tahfiz Qur’an bagi anak-anak mu’allaf Karo yang bermukim di desa terpencil yang berada di cekungan kaki Gunung Sibayak.

Berbincang dengan Koranmedan.online di sela peninjauan pembangunan masjid Nurul Yaqin Lau Gedang, Rizki Amaliyah kukuh menjadi Guru Tahfiz atas dorongan  hati nurani setelah menamatkan pendidikan di Pesantren Hidayatullah mengikuti jejak abangnya Habibullah Lubis yang lebih dulu memilih menjadi Guru Tahfiz Qur’an di Jaranguda Berastagi Kabupaten Karo.

“Langkah dan pilihan saya ini tidak terlepas dari hidayah Allah SWT. Kalau tanpa hidayah dan petunjuk serta bimbingan Allah, mungkin saya tidak berada di dusun terpencil bawah kaki Gunung Sibayak ini sampai sekarang,” tutur Rizki Amaliyah yang sudah menjadi Guru Tahfiz di Dusun Lau Gedang sekitar 12 bulan lebih.

“Allah jualah yang memberi rezeki kepada kami para Guru Tahfiz yang mengabdi di desa-desa terpencil Kutalimbaru Deliserdang melalui bantuan para dermawan sehingga kami dapat terus bertahan di dusun terpencil ini dengan senang hati,” pungkas Rizki Amaliyah Lubis.

Sehari-harinya Rizki tinggal di pondok rumah Tahfiz Qur’an sederhana yang berada di kaki bukit lembah Lau Gedang bersama anak-anak didik di sepetak tanah yang dibeli Yayasan. Dinginnya suhu pegunungan di malam hari plus tidak adanya sinyal seluler, tetap tidak menyurutkan semangatnya untuk bertahan. Untuk menghibur diri dan mendapatkan sinyal selular sesekali Rizki mendatangi rumah Tahfiz yang lebih dulu dirintis abangnya di Desa Jaranguda Kecamatan Berastagi. Jaraknya dari  lembah Lau Gedang lebih kurang 5 kilometer dengan kondisi jalan tanah berbatu.

Apakah pernah putus penerimaan bantuan dari para dermawan? Tanya Koranmedan.online kepada Rizki Amaliyah.

“Syukur alhamdulillah ada saja yang membantu. Kami dan anak-anak Tahfiz Qur’an yang sekitar 20-an orang sangat merasa cukup. Dan kami merasa bergembira walaupun makan seadanya. Alhamdulillah sayur-mayur banyak tumbuh di sekitar kami,” tutur Rizki.

Saat ini pondok rumah Tahfiz Qur’an Lau Gedang berniat memperbaiki pondok yang lebih baik dan lapang. Terkait itu, kata Rizki, bagi para dermawan yang ingin mendukung program pendidikan rumah Tahfiz Qur’an di desa-desa terpencil seperti di Lau Gedang kaki Gunung Sibayak dapat menyalurkan donasi dukungan ke rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) nomor 1050014140614 atas nama Yayasan Hidayatullah.***

Tulisan ini diikutsertakan untuk mengikuti lomba karya tulis Menggali Potensi Mengukir Karya Kerjasama Djarum Foundation Bakti Pada Negeri.

Berita Terkait